Sukses Budidaya Ikan Mas

Ciri Khas Ikan Mas

Ikan mas atau common carp adalah salah satu jenis ikan air tawar. Bentuk tubuhnya panjang dan agak bulat dengan kepala kecil, punggung tinggi dan seluruh badannya bersisik besar. Nama lain dari ikan mas adalah karper, tombro, rayo, ameh, dan masmasan.

Ikan mas bisa dibilang ikan nomor satu di Indonesia, karena konsumennya sangat banyak, mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Ini wajar, karena daging yang tebal rasanya sangat lezat, dan kandungan gizinya tergolong tinggi. Terlebih lagi bila dimasak dengan berbagai variasi masakan, tentu saja akan mengundang selera makan penggemarnya.

Selain itu, ikan mas sering digunakan sebagai alat hiburan bagi oleh orang-orang yang punya hobi memancing. Ikan mas sudah dibudidayakan sejak puluhan tahun yang lalu, dan bukan ikan aneh bagi orang Indonesia. Karena konsumennya sangat banyak, maka permintaan pasar ikan mas tak pernah surut, sedangkan suplaynya selalu kurang. Keadaan ini menjadikan harga ikan mas tetap tinggi, lebih tinggi dari biaya produksi.

Identifikasi morfologi ikan mas perlu disajikan secara lengkap pada setiap publikasi, mengingat hewan ini masih menjadi bahan uji para peneliti, mahasiswa, siswa dan kalangan masyarakat lainnya. Data ini akan membantu mereka dalam penelitiannya. Lewat artikel ini, saya akan mencoba menyajikan secara lengkap.

Ikan mas berbadan panjang dengan perbandingan antara panjang total dengan tinggi badan 3 : 1 (tergantung varitas). Bila dipotong di bagian tengah badan memilki perbandingan antara tinggi badan dan lebar badan 3 : 2 (tergantung varitas). Warna tubuh ikan mas juga tergantung dari varitas, ada merah, kuning, abu-abu, kehijauan, dan ada juga yang belang.

Tubuh ikan mas terbagi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Mulut, sepasang mata, hidung, dan tutup insang terletak di kepala. Seluruh bagian tubuh ikan mas ditutupi dengan sisik yang besar, dan berjenis ctenoid. Pada bagian itu terlihat ada garis linea lateralis, memanjang mulai dari belakang tutup insang sampai pangkal ekor.

Mulut kecil, membelah bagian depan kepala. Sepasang mata bisa dibilang cukup besar terletak di bagian tengah kepala di kiri, dan kanan. Sepasang lubang hidung terletak di bagian kepala. Sepasang tutup insang terletak di bagian belakang kepala. Selain itu, pada bagian bawah kepala memiliki dua pasang kumis sungut yang pendek.

Ikan mas memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip dubur, dan sirip ekor. Sirip punggung panjang terletak di bagian punggung. Sirip dada sepasang terletak di belakang tutup insang, dengan satu jari-jari keras, dan yang lainnya berjari-jari lemah. Sirip perut hanya satu terletak pada perut. Sirip dubur hanya terletak di belakang dubur. Sirip ekor juga hanya satu, terletak di belakang, dengan bentuk cagak.

Kelebihan Ikan Mas

Ikan mas memiliki bebepapa kelebihan dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya, diantaranya :

a. Bisa mencapai ukuran sangat besar, dulu di Bandung ada orang yang memiliki ikan mas seberat 25 kg.
b. Bertulang cukup besar, dan berduri sedikit, sehingga tidak khawatir termakan.
c. Tumbuh sangat cepat, bisa 5 kali lebih cepat dari ikan-ikan air tawar lainnya.
d. Sangat respon terhadap pakan tambahan
e. Mudah dibudidayakan, karena ikan mas dapat dipijahkan secara alami, dan dapat dibesarkan diberbagai lingkungan budidaya, seperti di kolam tanah, kolam air deras (running water pond), keramba, di jaring terapung (floating cage)

Selalu menggantung di permukaan air sambil megap-megap bukan kebiasaan ikan mas. Ikan mas biasanya selalu berada di bawah permukaan air, berenang ke berbagai arah dan bergerak cepat memburu dan menangkap makanan. Lalu bila ikan mas menggantung di permukaan, berarti ada sesuatu yang telah terjadi. Kejadian itu bisa disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, karena kekurangan oksigen atau kandungan oksigen dalam air sangat rendah. Itu kemungkinan yang paling besar. Padahal oksigen sangat diperlukan dalam proses pernapasan. Kandungan oksigen yang rendah biasanya terjadi pada pagi hari.

Karena oksigen hasil proses fotosintesa pada siang hari habis digunakan untuk pernapasan dimalam hari. Berbarengan dengan itu, kandungan CO2 sebagai hasil dari proses pernapasan pada malam hari meningkat. Sedangkan kehadiran CO2 sangat tidak diinginkan oleh ikan.

Ada berbagai cara untuk mengatasi kejadian itu. Pertama, dengan menambah debit air yang masuk ke kolam itu. Aliran air yang besar bisa merangsang terjadinya difusi oksigen, sehingga oksigen dari udara akan masuk ke dalam air. Kedua, dengan memasang aerasi di ber-bagai bagian kolam. Namun cara ini sangat mahal dan tidak efisien. Ketiga, dengan tidak memberi perlakuan apa-apa. Karena itu tidak berlangsung lama. Setelah matahari terbit, akan terjadi fotosintesa dan oksigen dalam air akan segera meningkat lagi.

Kedua, karena sakit. Ikan mas yang sakit tidak akan bisa berenang normal, apalagi bergerak cepat untuk menangkap makanan, tapi akan bertahan hidup di permukaan sambil sekali-kali bergerak miring. Hanya ada satu cara untuk mengatasi ikan sakit, yaitu harus diobati. (Lihat teknik pengobatan penyakit).

Ikan mas yang sehat akan bergerak cepat ke berbagai arah, termasuk ke luar kolam. Itu terjadi bila lubang pemasukan air menyentuh permukaan air kolam. Ikan mas bersifat menentang arus. Kecil kemungkinan bila nila akan keluar ke lubang pembuangan, kecuali bila aliran air terlalu deras.

Salah satu cara untuk mengatasi kejadian itu adalah dengan meninggikan lubang pemasukan air agar tidak menyentuh permukaan air kolam, sehingga kecil kemungkinan ikan mas akan naik. Cara lainnya adalah dengan mengatur debit air agar tidak terlalu deras, sehingga ikan mas tidak terbawa arus.

Ikan mas tidak memijah di dasar perairan seperti ikan nila. Ikan mas juga tidak memijah dalam sarang seperti gurame. Ikan mas memijah di permukaan air dimana terdapat adanya aliran air baru dari saluran air, yaitu pada alat penempel telur, misalnya kakaban, dan rumput-rumput.

Di alam, ikan mas akan memijah di perairan yang dangkal, atau dimana di areal perairan yang pada musim kemarau kekeringan, sedangkan pada musim hujan tergenang. Tergenangnya areal itu akan menimbulkan bau tanah yang dapat merangsang terjadinya pemijahan.

Karena itu dalam pemijahan ikan mas, sebelum digunakan kolam pemijahan harus dikeringkan terlebih dahulu selama 3 – 6 hari. Bila tidak dilakukan pengeringan, biasanya ikan mas tidak akan memijah. Bisa juga memijah, tetapi akan terjadi menjelang subuh, bukan tengah malam.

Siklus hidup ikan mas tak berbeda dengan kebanyakan ikan air tawar lainnya. Sebut saja siklus ini dimulai dari telur. Telur yang baru dikeluarkan induk akan menempel pada hampir seluruh permukaan kakaban (alat penempel telur), telur itu akan menetas dengan sendirinya.

Kecepatan penetasan sangat tergantung pada suhu air. Pada suhu rendah 24 – 26 O C, telur akan menetas dalam 3 hari, sedangkan lebih tinggi 27 – 30 O C, telur akan menetas dalam 2 hari. Setelah menetas, larva tidak langsung makan pakan alami, tetapi akan menghabiskan makanan cadangan (yolck egg) selama 2 – 3 hari. Baru setelah itu, larva akan makan pakan alami.

Setelah 1 bulan, larva akan menjadi benih berukuran 2 – 3 cm, dan setelah 3 bulan akan menjadi benih berukuran 8 – 12 cm. Dalam waktu 6 bulan, benih akan menjadi konsumsi, kemudian akan menjadi induk betina setelah berumur 1,5 – 2 tahun. Sedangkan jantan lebih dulu jadi induk, yaitu berukuran minimal 0,5 kg, dan berumur 8 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *