Betta Fish Indonesia

Cara Budidaya Ikan Cupang, untuk membudidayakan ikan cupang / ternak atau biasa di sebut breed ikan cupang itu gampang gampang susah, mungkin dari kalian sudah tahu bahwa betta fish / ikan cupang sendiri memiliki keunikan tersendiri , mulai dari warna berfariasi dan bentuk.Betta Fish atau Cupang ini memiliki banyak sekali jenis atau nama seperti Crown Tail , Halfmoon , Giant, Koi Dll , untuk lebih lengkapnya kalian bisa cek di artikel Jenis-jenis Ikan Cupang. Untuk harganya pasaran nya pun berfariasi mulai dari 3500 hingga 500rbuan. Waaw lumayan juga ya ? tertarik untuk breed atau budidaya ikan cupang ? baca terus artikel ini sampai akhir ya , disini saya akan membahas langkah – langkahnya sedetail mungkin. Mulai dari Cara memilih indukan yang baik hingga perawatan Burayak. Berikut saya jelaskan langkah – langkahnya :

  1. Memilih Indukan Yang Bagus
    Memilih indukan yang bagus adalah faktor penting untuk budidaya ikan cupang, indukan sangat berpengaruh terhadap hasilnya nanti, jangan terlalu asal dalam memilih indukan walaupun dalam tahap belajar. Indukan yang baik adalah indukan yang benar benar sudah siap di pijahkan atau di kawinkan. Bukan hanya di lihat dari bentuk atau ukuran saja , banyak factor lainnya yang mempengaruhi kualitas dan jumlah burayak nantinya. Lalu indukan yang seperti apa yang bagus untuk di pijahkan ? Berikut ciri ciri indukan yang bagus dan siap untuk dipijahkan :
  2. Usia

Usia indukan yang bagus atau siap di pijahkan yaitu yang berumur 4 – 6 bulan.

Ikan cupang sebenarnya di umur 2-3 bulan sudah bisa di pijahkan , akan tetapi kualitas burayak nantinya tidak terlalu bagus , bahkan sang indukan akan kurang tanggung jawab terhadap burayak – burayak nya nanti. Inilah tips menghasilkan ribuan burayak. Karena di umur 4-6 bulan indukan sudah sangat siap untuk dipijahkan.

  1. Bentuk Fisik

Cari indukan yang tidak cacat, dalam artian bentuk dan sirip nya utuh , jangan menggunakan indukan yang siripnya sedang luka / cacat . Biarkan dia menyembuhkan diri terlebih dahulu.

  1. Jenis Ikan Cupang

Untuk tahap belajar  jangan dulu untuk mencoba kawin silang , daripada merusak Gen mending belajar dulu yang benar to ? kawinkan cupang hias dengan hias , jangan hias dengan bagan atau cupang aduan, jika memang ingin mencoba untuk kawin silang , cobalah untuk silang warna saja .

  1. Jenis Betina

Pilihlah jenis Betina / bikang cupang yang berkualitas , seperti apa ? carilah yang perutnya aga buncit , karena itu menandakan ikan itu memiliki banyak telur . Ikan cupang dengan kondisi seperti inilah yang sangat bagus untuk dipijahkan. Gunakanlah ikan betina yang amsih virgin atau belum pernah di kawinkan , karena hasil pemijahan kedua tak sebagus pemijahan pertama.

  1. Jenis Jantan

Pilih Ikan cupang Jantan yang sudah berpengalaman, ini kebalikan dari betina , kenapa ? karena pejantan yang tidak berpengalaman kadang kurang bertanggung jawab terhadap telur atau burayak -burayak nya nanti. Jadi pilihlah indukan jantan yang sudah pengalaman . Ciri – cirinya bisa dilihat ketika kita melihat proses pemijahan , jika pejantan biasa aja ketika kita liat / intip , biasanya pejantan tersebut bertanggung jawab terhadap telur dan burayak – burayak nya , lain hal nya dengan pejantan yang ribut atau agresif ketika kita intip.

  1. Tempat pemijahan

Gunakan tempat pemijahan yang sedang , tidak terlalu besar dan tidak terlalu sempit.

Saya biasanya menggunakan ember bekas cat untuk tempat pemijahan. Gunakan air rendaman ketapang dan usahakan ada tumbuhan air di atasnya untuk tempat telur atau bisa menggunakan plastik.

  1. Proses Pemijahan
  2. Masukan Cupang Jantan terlebih dahulu ke tempat pemijahan, proses ini agar pejantan bisa mengenal atau beradaptasi di tempat yang baru.
  3. Setelah kurang lebih 10 menit , masukan cupang betina ke dalam botol kaca atau wadah lainnya yang bening , setelah itu masukan ke dalam ember / tempat pemijahan ( biarkan cupang betina masih dalam botol kaca )
  4. Tunggu 1 s/d 2 hari sampai cupang jantan mengeluarkan busa atau buih di bawah plastic / tumbuhan air . Jangan terlalu sering di intip / di cek.
  5. Setelah cupang jantan mengeluarkan banyak buih , satukan cupang betina dengan cupang jantan . Ini adalah proses perkawinan . Biasanya cupang akan kawin di pagi hari atau sore hari .
  6. Jika sudah ada telur di buih nya , segeralah angkat betina nya , karena betina akan emmakan telur telur nya nanti jika tidak di angkat.
  7. Telur akan menetas 2-3 hari berikutnya dan menjadi burayak.

Budidaya Ikan Cupang selesai, dalam proses Pemijahan kita jangan terlalu banyak ngasih pakan , karena nantinya indukan akan kurang bertanggung jawab terhadap telur atau burayak , kasih pakan sedikit saja. Burayak di usaia 1 s/d 5 hari tidak usah di kasih makan , karena buarayak dalam usia segitu masih ada cadangan makanan atau sisa dari kuning telur nya . Untuk merawat burayak bisa baca di artikel “Tips merawat burayak yang baik dan benar“.

Selama ini sering kita menemukan artikel tentang cara sukses beternak ikan cupang. Banyak sekali tips yang diberikan oleh para breeder dalam memijahkan ikan cupang. Ikan cupang termasuk ikan yang bandel dan tahan banting. Hal inilah yang menjadi penyebab utama para pecinta ikan hias menjatuhkan pilihan pada ikan mungil asli asia tenggara ini. Untuk perawatan ikan cupang termasuk jenis yang sangat mudah. Bahkan anak-anak sekalipun dapat merawat ikan ini. Salah satu kelebihan ikan ini adalah memiliki organ bernama labirin yang terletak pada insangnya. Dengan organ ini cupang memperoleh udara langsung dari permukaan air. Berbeda dengan ikan mas koki atau pun diskus yang membutuhkan proses aerasi dengan blower (pompa udara).

Meskipun tergolong ikan yang yang mudah untuk dipelihara hendaknya kita juga harus memberikan treatment terbaik untuk kelanggengan ikan kita. Sekali lagi saya membuat artikel ini sebagai upaya untuk membagikan pengalaman kepada para cupang mania. Saya banyak melihat bahwa selama ini para breeder pemula tidak mengetahui bagaimana cara pemeliharaan ikan cupang yang baik. Sehingga yang selama ini terjadi adalah hanya asal memelihara dan yang penting ikan itu masih hidup. Meskipun benar namun hal tersebut sangat disayangkan. Sebab ikan juga membutuhkan perlakuan yang baik layaknya kita membutuhkan kasih sayang dari orang di sekeliling kita.

Banyak breeder kini mencoba mengawinkan ikan kesayangan mereka untuk mendapatkan keturunan. Ketertarikan akan pemijahan dan proses pembesaran seringkali memicu para hobiis banting setir menjadi seorang breeder(peternak). Beternak ikan hias yang satu ini tergolong sangatlah mudah dan sudah saya berikan pemaparan pada artikel sebelumnya di blog ini. Namun seringkali para pemula melupakan beberapa hal remeh yang ternyata mempengaruhi kesuksesan dalam beternak ikan cupang ini. Antara lain :

  1. Kualitas indukan

Ikan cupang yang berkualitas adalah ikan yang dihasilkan oleh indukan yang berkualitas pula. Dalam proses pemilihan indukan seringkali para breeder pemula kurang memperhatikan hal ini. Biasanya para hobiis hanya melihat indukan cupang dari aspek fisiknya saja. Warna cemerlang yang indah selalu dijadikan patokan bahwa itu adalah indukan unggul. Padahal hal tersebut bukan hal yang mutlak dalam menentukan indukan yang akan dipijahkan.

Proses pemijahan cupang tidak dapat dipisahkan dari proses dalam pelajaran biologi yang pernah diajarkan dulu di bangku sekolah. Antara pejantan dan betina harus memiliki kualitas genetika yang baik. Kalau beberapa breeder senior bilang bahwa untuk memilih indukan yang baik hendaknya memperoleh indukan dari keturunan ke 4 (f4). Pada keturunan f4 sudah memiliki kestabilan dalam hal gen nya. Sehingga sudah dapat diturunkan ke anakannya. Jika cupang belum mencapai f4 cenderung untuk mengikuti sifat genetika dari indukan sebelumnya. Inilah yang mengakibatkan ikan yang kita kawinkan ternyata tidak mengahsilkan warna sesuai induknya.

Cara paling mudah untuk mendapatkan indukan yang baik adalah dengan memperolehnya dari breeder besar. Umumnya memang harga yang dibanderol cukup mahal untuk takaran ikan cupang. Namun hal tersebut sangat wajar sebab untuk memperoleh ikan tersebut seorang breeder harus melalui proses yang sangat panjang dan perkawinan selektif antar jenis. Harga mahal ini jadi jaminan bagi seorang breeder besar. Sebab nama besar mereka juga dipertaruhkan. Kesalahan terbesar adalah mengawinkan cupang dari indukan yang sama atau masih memiliki hubungan kekerabatan akibat perkawinan silang. Hal ini akan merusak ikan cupang yang akan dihasilkan. Sebaiknya mengawinkan ikan dari indukan yang berbeda.

Indukan yang baik juga adalah indukan yang cukup umur. Indukan yang cukup umur menandakan ikan tersebut telah matang secara kelamin. Bagi ikan betina sel telurnya telah mengalami kematangan dan bagi ikan pejantan telah mampu menghasilkan sperma. Berdasarkan pengalaman, saya mengamati bahwa jika ikan belum matang secara seksual maka angka keberhasilan hidupnya akan semakin kecil. Telur yang dibuahi tidak akan menjadi burayak akibat kurang matang.

  1. Kualitas air

Air memiliki peranan penting bagi ikan. Sebab air adalah media tempat ikan hidup dan berkembang biak. Tanpa air ikan akan mengalami kematian. Maka kualitas air juga memiliki peranan penting dalam pembesaran cupang. Secara umum ikan cupang berasal dari daerah asia tenggara terutama daerah rawa-rawa. Cupang yang kita kenal saat ini merupakan hasil perkawinan yang sangat panjang. Cupang hidup pada perairan tropis yang hangat dan kaya akan mineral alami pada habitat aslinya.

Agar seekor cupang dapat hidup dan berkembang secara optimal harus memenuhi beberapa syarat. Syarat umum seperti Ph, salinitas, ataupun kandungan oksigen dalam air sangat penting dan harus diperhatikan. PH (pondus hidrogenity) dalam air yang mendukung bagi ikan cupang adalah skala 7 dari indeks 14 yang berarti skala normal. Semakin tinggi angka Ph air dikatakan sebagai air basa yang dikandung dalam sabun. Sedangkan Ph rendah dikatakan sebagai air asam seperti yang dikandung dalam air asam/sitrat. Untuk mencapai angka Ph 7 dapat menggunakan daun ketapang kering yang direndam dalam air. Hal inilah yang sering menjadi mitos dan salah kaprah dikalangn hobiis. Daun ketapang dianggap sebagai daun sakti yang dapat mengobati atau membuat ikan cupang semakin galak. Padahal daun ketapang adalah media penetral Ph air agar mencapai ukuran ideal bagi siklus hidup ikan cupang.

Salinitas atau kandungan garam dalam air perlu diperhatikan. Untuk mencapai kandungan garam ideal hendaknya ditambahkan satu senduk garam Kristal ke dalam aquarium soliter. Kandungan oksigen menentukan kualitas hidup ikan. Untuk air yang berasal dari PAM hendaknya dilakukan aerasi agar kandungan nitrat dan klorinnya dapat hilang bersama oksigen yang dihembuskan melalui aerator. Jika tidak dilakukan aerasi dikhawatirkan akan menjadi racun yang dapat membunuh ikan cupang kesayangan kita.

  1. Pemberian pakan

Pakan yang tepat menentukan pertumbuhan ikan kita. Oleh karena itu kita harus memberikan makanan yang memiliki kandungn gizi yang tepat dan sesuai. Tidak harus banyak tetapi harus sesuai dengan fase pertumbuhan dan kebutuhan ikan kita. Ada beberapa pakan alami yang dapat kita berikan kepada ikan kita. Kita dapat menemukan makanan alami seperti cuk/jentik nyamuk, kutu air, cacing sutera, cacing darah, semut dan serangga kecil lainnya, ikan cere kecil, ataupun kecebong.

Semua pakan tersebut dapat kita berikan kepada kelangenan kita. Namun kita harus memperhatikan kebutuhan ikan kita. Bagi ikan yang akan memijah pakan yang paling penting adalah cuk. Cuk memiliki kandungan gizi yang amat tinggi dan baik bagi indukan maupun anakan cupang. Bagi indukan betina diberikan cuk yang banyak. Pematangan sel telur dapat dipercepat apabila betina mengkonsumsi protein yang banyak dikandung dalam cuk. Dala waktu satu bulan setengah indukan betina yang secara intensif diberi pakan cuk akan mengalami pematangan sel telur secara sempurna. Ditandai dengan perut yang membesar serta bintik kecil di bawah sirip dasi agak membesar. Pemberian pakan yang tepat secara tidak langsung mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan perkawinan ikan cupang.

  1. Waktu pemijahan

Selayaknya makhluk hidup ikan cupang juga mempunyai waktu tertentu untuk melakukan perkawinan. Waktu yang paling tepat adalah di waktu musim kemarau. Pada musim kemarau biasanya ikan cupang akan mengalami perubahan sikap menjadi genit dan suka membuat sarang busa (bublenest). Di alam bebas ikan cupang memang biasa memijah pada musim kemarau. Sebab pada musim kemarau pakan alami untuk burayak sangat berlimpah dan pada musim hujan pakan alami tersebut terbawa arus air.

Kasus yang sering terjadi adalah para hobiis mengawinkan secara asal tanpa memperhatikan waktu yang tepat. Jika waktunya tidak tepat maka ikan tidak akan mencapai birahinya dan perkawinan ikan tersebut seringkali mengalami kegagalan. Pada musim hujan biasanya ikan lebih banyak berdiam diri sehingga ketika dikawinkan ikan akan menjadi pasif.

Dari sejumlah tips ternak ikan cupang yang telah saya paparkan di atas merupakan hasil pengamatan dan research penulis berdasarkan pengalaman selama memelihara ikan cupang. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkan info tentang pemijahan ikan cupang.

Baca juga artikel ” Kunci sukses budidaya infusoria pakan alami cupang terbaik “

Cara Ternak Kutu Air adalah  membudidayakan kutu air guna untuk mendapatkan jumlah masal sesuai dengan kehendak pemilik, untuk memenuhi kebutuhan gizi larva ikan. Kutu air pada dasarnya merupakan pemakan zat renik di air. Kutu air sendiri tidak bertelur melainkan melahirkan embrio kecil calon kutu air. Anda dapat memperoleh kutu air dengan membelinya di pedagang ikan hias.

Kutu air merupakan jenis makanan yang hampir sama dengan budidaya artemia, walaupun berbeda cara budidayanya tetapi bentuk nya hampir sama, tetapi Kutu air lebih cenderung untuk ikan air tawar, sedangkan artemia untuk ikan laut atau payau, walaupun sebenarnya sama saja untuk pemberian pakan. Tergantung tempat anda dalam menemukan organisme tersebut apakah mudah atau sulit. Lihat Cara Menetaskan Artemia

Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengkultur kutu air. Jika diperhatikan semua metode hampir sama. Hanya saja media dan pengaplikasikannya yang berbeda. Kutu air jenis Moina mulai menghasilkan anak setelah berumur empat hari dengan jumlah anak selama hidup sekitar 211 ekor. Setiap kali beranak rata-rata berselang 1,25 hari, dengan rata-rata jumlah anak sekali keluar 32 ekor/hari, sedangkan umur hidup Moina adalah sekitar 13 hari.

Jenis Kutu Air                    Protein  Lemak
Moina              37,38%                          13,29%
Daphnia 42,65% 8%

Jenis kutu air cocok untuk pakan larva ikan umur 2-6 hari,Moina dikenal dengan nama “kutu air”. Jenis kutu ini mempunyai bentuk tubuh agak bulat, bergaris tengah antara 0,9 – 1,8 mm. Moina biasa hidup pada perairan yang tercemar bahan organik, seperti pada kolam dan rawa. Pada perairan yang banyak terdapat kayu busuk dan kotoran hewan, Moina akan tumbuh dengan baik pada perairan yang mempunyai kisaran suhu antara 14-30 ° C dan pH antara 6,5 – 9.

Kutu air  Daphnia mempunyai bentuk tubuh lonjong, pipih dan beruas-ruas yang tidak terlihat. Pada kepala bagian bawah terdapat moncong yang bulat dan tumbuh lima pasang alat tambahan. Daphnia mulai berkembang biak pada umur lima hari, dan selanjutnya setiap selang waktu satu setengah hari akan beranak lagi. Jumlah setiap kali beranak rata-rata sebanyak 39 ekor. Umur hidup Daphnia 34 hari, sehingga selama hidupnya mampu menghasilkan anak kurang lebih 558 ekor.

Perkembangbiakan kutu air jenis Daphnia membutuhkan oksigen, kekurangan oksigen akan membentuk hemoglobin, kondisi ini daphnia akan berwarna merah yang akan menyebabkan kematian
Perbedaan moina dengan daphnia, Moina ukuran lebih kecil cocok untuk ikan hias seperti ikan tetra neon, cardina, zebra, amandae, cupang, guppy dan ikan ikan hias kecil. Moina umurnya lebih  pendek lebih kuat terhadap oksigen
Sedangkan daphnia umur lebih lama, ukuran lebih besar cocok untuk anakan ikan konsumsi, ikan lele, nila, gabus, dan sebagainya.

Efektif untuk umur anakan ikan 2-10 hari. lebih lama bisa tapi kebutuhan makan lebih banyak.

Cara budidaya kutu air adalah sebagai berikut :

Cara pertama (kotoran dan ampas kelapa)
Bahan yang diperlukan untuk pengkulturan. kita harus menyiapkan bahan serta alat yang akan kita gunakan dalam pengkulturan budidaya kutu air, meliputi:
Bak atau ember plastik yang berukuran lebar
Pupuk sebagai pakan kutu air (kotoran ayam/kambing dan ampas parutan kelapa)
Aerator untuk menjaga kandungan oksigen terlarut dalam air
Bibit kutu air sebanyak dua gelas

Cara Melakukan pengkulturan.
kita siapkan:
Isi bak atau ember dengan air secukupnya. Patut diketahui bahwa agar diperoleh kutu air diperlukan media dengan penampang yang lebar bukan tinggi.
Lakukan pemupukan dasar dengan cara menebarkan kotoran ayam. Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai menghijau pertanda alga mulai tumbuh.
Letakkan media di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau gunakan penutup seperti triplek atau seng.
Masukkan starter kutu air dan berikan aerasi dengan kekuatan udara yang kecil. Tunggu sampai satu pekan maka anda akan puas dengan hasilkerja keras anda.
Untuk menjaga kuantitas kutu air maka dilakukan pemupukan rutin setiap dua pekan dengan mencampurkan kotoran dengan ampas kelapa. Peras dengan kain hingga mengeluarkan air sebagai pakan kutu air.

Cara Budidaya Kutu air yang tipe kedua (susu)
Sebenarnya cara hampir mirip hanya menggunakan media yang berbeda.
Bahan serta alat yang akan kita gunakan dalam pengkulturan kutu air, meliputi:
Bak atau ember plastik yang berukuran lebar
Aerator untuk menjaga kandungan oksigen terlarut dalam air
Bibit kutu air sebanyak dua gelas
Susu bubuk dan teh sebagai pakan kutuair
Setelah bahan lengkap mulai dilakukan pengkulturan:
Isi bak atau ember dengan air secukupnya. Patut diketahui bahwa agar diperoleh kutu air diperlukan media dengan penampang yang lebar bukan tinggi.
Lakukan pemupukan dasar dengan cara menebarkan susu bubuk sebanyak satu sendok dan segelas seduahan teh untuk satu ember besar. Biarkan selama beberapa hari sampai warna air mulai berubah kecoklatan pertanda alga mulai tumbuh.
Letakkan media di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung atau gunakan penutup seperti triplek atau seng.
Masukkan starter kutu air dan berikan aerasi dengan kekuatan udara yang kecil. Tunggu sampai satu pekan maka anda akan puas dengan hasilkerja keras anda.
Untuk menjaga kuantitas kutu air maka dilakukan pemberian pakan secara rutin tiap minggu dengan menaburkan sesendok susu bubuk.
Cara Budidaya Kutu Air tipe ketiga (air comberan)
Cara yang terakhir yang saya tawarkan cukup mudah. Ambil air selokan alias comberan semau anda. Usahakan angkat bersama lumpurnya. Masukkan ke dalam bak dan tuang starter kutu air ke dalamnya. Diamkan beberapa hari dan lihat hasilnya.

Ubdate Cara Budidaya kutu Air ke empat menggunakan Air bekas kolam Ikan
Air bekas kotoran ikan mengandung banyak sekali senyawa yang dapat dijadikan makanan kutu air, seperti bakteri apalagi jika air berwarna hijau. Akan mempercepat pertumbuhan kutu air.
Cara Budidaya Kutu Air ke lima menggunakan Green water
cara ini sedikit sulit karena kita harus menyediakan green water sebagai pakan kutu air, green water tersebut dapat dilakukan dengan melakukan produksi masal menggunakan bahan tertentu.  Green water ini berisi Alga biru hijau sejatinya adalah bakteri (Cyanobacteria).
Cara Budidayaka Kutu air Ke enam  Menggunakan Ragi
masukan ragi roti (fermip*n) seperempat sendok teh ke dalam air,lalu aduk sampai larut
campurkan daun kol/kentang yang sudah di hancurkan (Jangan terlalu banyak)
biarkan selama 3 hari,agar mikroba/protozoa berkembang biak,gunakan aerator agar kadar oksigen dalam air tetap terjaga
setelah 3 hari dapat di masukan bibit kutu air
Keuntungan menggunakan ragi sebagai pakan yaitu mudah diperoleh dan tidak merepotkan saat mempersiapkannya untuk kultur. Terdapat sedikit kerugian karena daphnia harus mengkonsumsi lebih banyak (berat) ragi dibandingkan dengan alga untuk mendapatkan nilai makanan yang sama
Cara Budidaya Kutu air Ke tuju menggunakan soy flour
Syarat ini adalah jika makanan dalam kolam budidaya kutu air sudah menipis, ini hanya penambahan makanan pada kolam
pertama kolam sudah ada kutu air dimana air sudah berwarna hijau.
tambahkan soy flour. Menggunakan soy flour adalah sejenis tepung kedelai,
Soy flour lalu di blender dengan air. masukkan ke dalam kolam budidaya
Guna soy flour untuk pakan bakteri agar berkembang lebih cepat
Jadi soy flour -> dimakan bakteri, bakteri bertambah -> dimakan kutu air
Begitulah prosesnya.
Cara budidaya Super masal kutu air
cara ini cukup mudah jika anda mau ternak kutu air secara masal sediakan :
Kolam besar bisa semen atau terpal
Kondisi terkena cahaya matahari
Siapkan kotoran ayam yang sudah kering
Masukkan dalam jaring, (sebaiknya jangan karung mudah hancur)
Kotoran yang sudah dimasukkan dalam jaring tutup rapat
masukkan dalam kolam
Masukkan kutu air. biarkan berkembang biak
Pemupukan dapat dilakukan tiap bulan

Catatan : kotoran sebaiknya menggunakan kotoran yang kering, kotoran ayam lebih baik biasanya kalau pakai kotoran ayam bekas budidaya masal, tercampur dedak jadi lebih bagus. Fungsi kotoran di masukkan dalam wadah seperti jaring atau kain agar, kotoran tiap mencemari kolam, sehingga mudah dibersihkan. Air kolam dalam waktu seminggu biasanya berubah menjadi hijau.