Memperingati Hari Maulid Nabi Tahun 2018

0
67

Maulid Nabi tahun ini jatuh pada tanggal 20 November tahun 2018. Kata maulid sendiri di ambil dari bahas arab yang artinya hari lahir dan Maulid Nabi adalah hari raya umat islam untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya di Indonesia saja, umat Islam di berbagai negara memperingati hari Maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah. Khususnya di Indonesia untuk memperingati Maulid Nabi dilakukan dengan beberapa tradisi yang berbeda – beda di setiap daerahnya sebagai bentuk rasa mensyukuri.

Di daerah Solo dan Yogyakarta untuk perayaan Maulid Nabi di lakukan oleh pihak keraton yang dinamakan tradisi grebek maulid. Tradisi grebek maulid ini cukup unik menurut saya, pihak keraton membuat suatu gunungan yang berisi makanan dan berbagai macam hasil bumi yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Di Mojokerto perayaan Maulid Nabi biasanya di lakukan tradisi Keresan. Dalam tradisi keresan sedikit berbeda dengan tradisi yang ada di daerah Solo, jika di daerah Solo makanan di bagikan kepada masyarakat, kalau tradisi keresan warga sekitar harus berusaha dan saling berlomba untuk mendapatkan makanan dan hasil bumi yang sudah di dekor sedemikan rupa di sebuah pohon keres. Dengan pohon keres yang lebat dan terdapat beberapa makanan dan hasil bumi ini merupakan sebuah simbol atas kelahiran Nabi Muhammad yang telah membawa berkah terhadap umat Islam yang ada di seluruh belahan dunia.

Di Banten untuk memperingati hari Maulid Nabi sedikit lebih ekstrim, masyarakat sekitar harus berebut untuk mendapatkan makanan dan hasil alam yang sudah di hias di sebuah gerobak dan kemudian di arak keliling desa untuk di bagikan kepada masyarakat sekitar. Dalam acara ini, biasanya terdapat puluhan kendaraan dan gerobak yang di gunakan untuk di hias dan di isi dengan makanan dan hasil alam yang kemudian di arak keliling desa. Biasanya warga yang mendorong gerobak atau yang mengikuti acara tersebut menggunakan pakaian adatsebagai bentuk ciri khas dan rasa mensyukuri.

Setiap bentuk memperingati hari Maulid Nabi memang berbeda – beda dan tetap masih dilakukan hingga tahun kemarin, dan semoga saja untuk tahun ini masih dilaksanakan dan acaranya berlangsung dengan lancar dan kondusif. Apapun budaya dan bentuk memperingati hari Maulid Nabi tujuan dan maksudnya tetap sama yaitu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu perlu rasa toleransi demi kelancaran berlangsung nya acara Maulid Nabi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here