Jenis Belut Dan Cara Budidayanya

Makanan Belut mempunyai rasa yang gurih dan manfaat dari belut sangat banyak sekali sehingga sangat menggiurkan untuk membuka bisnis. Baik untuk tujuan konsumsi seperti di warung dan restoran, aturan tujuan medis, permintaan untuk makanan ini akan terus meninggi. Sebagian orang mengatakan hewan ini menjijikan karena habitat hidupnya di lumpur dan air tergenang seperti rawa-rawa atau sawah. Bentuk tubuh belut menyerupai ular. Bedanya belut tidak mempunyai sisik. Ia memiliki insang dan membutuhkan air seperti halnya ikan. Itulah mengapa, pemijahannya hanya bisa terjadi saat musim hujan atau pada tempat yang ada airnya.

Jenis Jenis Belut yang Bisa di Budidayakan

Hampir semua belut dapat dibudidayakan, tetapi alangkah baiknya jika belut yang sedang dibudidayakan tersebut merupakan salah satu hasil rekomendasi dari para peternak belut yang memperoleh hasil maksimal saat musim panennya.

1. Belut Sawah

Belut sawah adalah hewan sejenis ikan yang memiliki bentuk tubuh memanjang seperti ular. Belut sawah atau biasa disebut moa atau lindung adalah hewan yang memiliki nilai ekologi dan juga nilai ekonomi. Hewan ini mudah beradaptasi pada lingkungan yang kurang baik sehingga menjadi indikator pencemaran di suatu lingkungan.

Sesuai namanya, belut sawah hidup di persawahan, sungai dan juga rawa. Makanan utamanya adalah cacing dan ikan kecil. Belut adalah hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari.

Tubuhnya berwarna kecoklatan, licin dan tidak bersisik sehingga kamu akan kesulitan memegangnya. Karena memiliki nilai ekonomi, belut biasanya dimanfaatkan dagingnya untuk diolah menjadi makanan bernilai jual tinggi seperti keripik belut.

Belut sawah sering kita jumpai disekitar area persawahan tempat tinggal kita, belut sawah memiliki cir-ciri sebagai berikut :

Warna kulit lebih cerah
Panjang tubuh bisa mencapai 45 -50 cm ketika dewasa
Bobotnya bisa mencapai 200-300 gr/ekor
Habitat hidup di area persawahan
Gerakan lincah dan sensitif terhadap getaran/gerakan makhluk lain.
Bagian kepala lebih runcing dibandingkan ikan sidat
Bentu ekor lancip
Bentuk mata lebih kecil
Termasuk hewan hermaprodit (dapat berganti kelamin)
Induk betina (siap kawin) pada umur dibawah 10 bulan dengan panjang 20 – 30cm dan bobot 20 – 30 ekor/kg
Induk jantan (siap kawin) pada umur diatas 10 bulan dengan panjang 35 – 45 cm dan bobot 4 – 8 ekor/kg.
Memiliki tekstur daging yang lembut
Memiliki rasa yang sangat enak dan gurih, serta sangat bergizi tinggi.
Belut sawah termasuk ke dalam jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan dengan mudah.

2. Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

Belut Rawa (Synbrancus Benglensis Mclell) adalah saah satu jenis belut yang banyak dikenal dan dijumpai di Indonesia.

Berbeda dengan belut sawah yang banyak dijumppai di media yang banyak lumpur seperti di sawah-sawah dan diselokan kecil berlumpur, maka belut rawa adalah jenis belut yang banyak dijumpai di habita yang banyak mengandung air, gambut dan sedikit lumpur.
Oleh karena ketinggian air rawa lebih tinggi dibandingkan di sawah, maka belut rawa memiliki badan yang lebih panjang dibandingkan dengan belut sawah. Perbandigan diameter dan panjang tubuh belut sawah adalah 1:30 dibandigkan dengan belut sawah yang 1:20, maka belut rawa akan kelihatan lebih ramping dibandingkan dengan belut sawah dengan ukuran diameter yang sama.

Usia dewasa belut rawa juga lebih pajang dibndingka dengan belut sawah, yaitu 4 hingga lima bulan. Hal tersebut dikarenakan, belut sawah menyesuaikan diri dengan habitatnya yang akan mengalami kekeringan pada musim kemarau atau musim panen padi.

Sedangkan belut rawa tidak perlu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan rawa yang airnya rata-rata selalu berlimpah. Karena habitat belut rawa lebih banyak di air daripada di lumpur, maka belut rawa lebih memunkinkan untuk dibudidayakan di air bening tanpa lumpur.

Pada dasarnya belut rawa dan belut sawah tidak memiliki perbedaan yang signifikan, bahkan sekilas akan sulit membedakan antara belut sawah dengan belut rawa, berikut ciri- ciri belut rawa:

Warna kulit lebih gelap
Panjang tubuh bisa mencapai 50 -60 cm ketika dewasa
Bobotnya bisa mencapai 150 -300 gr/ekor
Habitat hidup di area rawa atau tanaman kirai
Gerakan lincah dan sensitif terhadap getaran/gerakan makhluk lain.
Bagian kepala lebih runcing dibandingkan ikan sidat
Bentu ekor lancip
Bentuk mata lebih kecil
Termasuk hewan hermaprodit (dapat berganti kelamin)
Induk betina (siap kawin) pada umur dibawah 10 bulan dengan panjang 25 – 40 cm dan bobot 10 – 20 ekor/kg
Induk jantan (siap kawain) pada umur diatas 10 bulan dengan panjang 40 – 50 cm dan bobot 3 – 4 ekor/kg.
Memiliki tekstur daging yang lembut
Memiliki rasa yang sangat enak dan gurih, serta sangat bergizi tinggi.

3. Belut Muara (Macrotema caligans)

Belut muara, dikenal juga sebagai belut laut, merupakan belut yang habitat hidupnya di muara. Bentuknya tidak berbeda dengan jenis belut lainnya. Namun, belut muara memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Warna kulit cokelat pucat
Panjang tubuh bisa mencapai 60 -70 cm ketika dewasa
Bobotnya bisa mencapai 250 – 400 gr/ekor
Habitat hidup di area muara atau tambak dekat laut
Gerakan lambat namun sangat kuat.
Bagian kepala seperti ujung terompet
Bentuk ekor seperti pedang
Bentuk mata lebih kecil dari sidat
Memiliki bau amis yang mencolok
Memiliki tekstur daging yang lebih kasar dari belut sawah
Memiliki rasa yang sangat enak dan gurih, serta sangat bergizi tinggi.
Sampai dengan saat ini belum ditemukan pembudidaya belut jenis ini.
Belut Laut atau sidat (Anguilla) idat adalah sejenis ikan yang menyerupai ular dan belut,

4. umumnya sidat banyak hidup dilaut, akan tetapi ada pula sidat yang hidup diair tawar yaitu Anguilla sp.
Ciri-ciri ikan sidat:
Bentuk tubuh panjang seperti belut namun lebih pipih
Memiliki 2 sirip di dekat kepala
Bentuk ekor lebar
Bentuk kepala seperti ular
Habitat hidup di air tawar (angguilla sp), sungai besar dan kali
Tekstur daging yang sangat lembut dibanding belut
Permukaan kulit sangat halus dibanding belut
Memiliki kemampuan hidup lebih tinggi dari belut
Tubuhnya sangat licin dan lembut
Bobot tubuh bisa mencapai 500 gr lebih/ekor
Bereproduksi dilautan dan setelah menjadi larva (eel glass) bergerak menuju perairan tawar sampai siap bereproduksi baru kembali kelaut.

Belut dapat dibudidayakan atau dipelihara di dalam kolam, bak, akuarium atau tempat lainnya tanpa disertai lumpur. Yang penting ada sirkulasi dalam kolam. Air kolam tidak perlu diganti terus menerus karena belut memiliki daya tahan terhadap air keruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *